Sabtu, 05 Desember 2009

Akibat Buruk Sangka terhadap Allah swt

Setiap prilaku buruk manusia tentu ada sebab dan akibanya: Kedengkian, permusuhan, kebakhilan, pengecut, dan kerakusan. Demikian juga sebaliknya, sifat positif: Kasih-sayang, persaudaraan, kedemawanan, keberanian, dan kesucian, tentu akan berbeda sebab dan akibatnya.

Mengapa manusia berburuk sangka terhadap Allah swt? Mari kita perhatikan pandangan Imam Ali bin Abi Thalib (sa) tentang dari manakah muara sifat “Buruk sangka terhadap Allah swt?”

Mari kita perhatikan isi surat Imam Ali bin Abi Thalib (sa) kepada Malik Asytar An-Nakha’i. Ia adalah seorang gubernur Mesir dan panglima perang pada masa kekhalifahannya. Berikut ini bagian dari isi suratnya:

“Lepaskan ikatan kedengkian dalam hati rakyat kecil terhadapmu, dan hindari setiap penyebab permusuhan mereka. Tutuplah pandanganmu dari hal yang tak patut bagimu, dan jangan tergesa-gesa mempercayai pembawa fitnah, sebab orang seperti itu adalah penipu meskipun ia berpura-pura sebagai penasehat yang tulus.

Jangan meminta saran dari orang yang bakhil dalam persoalan kedermawanan, karena ia pasti akan mengalihkanmu dari kebajikan, dan mempertakutimu dengan kemiskinan. Janganlah bermusyawarah dengan orang yang pengecut yang hanya akan melemahkan tekadmu. Atau dengan orang yang rakus, karena ia akan mendorongmu untuk memperoleh sesuatu walaupun harus menggunakan cara yang zalim. Semua sifat itu: kebakhilan, kepengecutan, dan kerakusan, hanya bersumber pada diri mereka yang berprangka buruk terhadap Allah swt.” (Nahjul Balaghah)

Posted by Syamsuri Rifai Friday, December 4, 2009

print this page

0 komentar:

Posting Komentar